MENGETAHUI LEBIH DALAM TENTANG DIGITAL MARKETING
Oleh: Adina Putri
Menurut Ibu Terrylina Arfina Mono Arfa,
kebutuhan digital marketing sangat penting bagi entrepreneur muda, mengaa
dikatakan penting? Karna kemajuan tekhnologi informasi dan komunikasi di era disruptif ini menjadi hal yang harus
dan wajib kita pahami dan kita lakukan Sebagian dari strategi pemasaran pada
dunia kewirausahaan. Disaat pandemic covid-19 sangat membuktikan bahwa
pentingnya digital marketing bagi dunia kewirausaahaan, karna disaat orang
orang tidak bisa mengakses secara konvensional beberapa media promosi atau
dunia pemasaran maka media digital akan menjadi satu-satunya solusi didalam
masa pandemi covid-19 ini sehingga terbuka peluang dan kesempatan bagi para
wirausahawan untuk melakukan promosi atau pemasaran melalui media digital.
Dalam kutipan “The internet and digital
technologies are transforming our world. Digital technology has to be our
future.” Melalui kutipan ini kita bisa jelas melihat bahwa peran internet dan
tekhnologi digital telah mengubah dunia saat ini. Yang semula media
konvensional dianggap sudah aling Mutahir, namun demikian seiring perkembangan
zaman maka internet dan tekhnologi digital menguasai dunia dan mengubah pola
perilaku konsumen sehingga terjadinya shifting pada perilaku konsumen ditangkap
sebuah peluang oleh pemilik bisnis bahwa kita bisa memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen sehingga digital marketing merupakan bagian dari sebuah
jawaban yang kita bisa berikan ke konsumen agar kita tetap bisa memenangkan
persaingan yang terjadi di dunia wirausaha. Teori Darwin mengatakan sebenarnya
manusia yang berhasil dan sukses yang bisa memenagkan sebuah pertempuran itu
adalah bukan orang-orang yang lebih kuat, orang-orang yang lebih besar tapi
orang yang bisa beradaptasi dengan perubahan, maka dengan adanya perubahan yang
terjadi mau tidak mau kita harus beradptasi terhadap perubahan yang ada
termasuk dengan tekhnologi digital yang saat ini sedang berkembang pesat.
Hampir seluruh orang saat ini menggunakan
smartphone, sekarang smartphone bukan lagi menjadi barang yang mewah karna
setiap orang mengunkannya, dan setiap smarthone ini pasti ada aplikasi media
social di dalamnya sehingga beberapa pemasar saat ini mengunakna media sosial
untuk startegi pemasarannya, mengingat
bahwa banyak konsumen yang telah aktif menggunakan media social melalui
smartphone-nya. Dilihat dari tahun ke tahun yang mengunkan internet, social
media meningkat di setiap tahunnya hal ini menunjukan gejala positif yang
harusnya di pandang oleh entrepreneur sebagai peluang, arti disini terlihat
bahwa satu pola baru dalam konsumen kita bahwa kita harus mempertimbangkan
media digital Sebagian dari strategi pemasaran, tidak lagi kita hanya
memikirkan startegi startegi konvensional kaarna tidak lagi orang membaca
brosur dengan baik, tidak melihat billboard dijalan, sehingga dengan kita menggunakan
media media konvensional sudah tidak menjadi efektif dan efisien bagi
perusahaan. Berbeda lagi dengan kita menaruh di media social kita bisa berkali
kali melihat seperti iklan, dan barang yang dipasari.
Rata-rata orang di Indonesia menggunakan
smartphone-nya untuk mengakses internetnya kurang lebih 8 jam 36 menit perhari,
ini menjadi peluang yang besar bagi
entrepreneur untuk menggunakan media digital sebagai media promosi atau
pemasarannya. Dan orang-orang di Indonesia membuka social kurang lebih 3 jam 26
menit bahkan bisa menjadi lebih, dikarenakan data tersebut ada di tahun 2019,
bahkan bisa menjadi lebih dikarenakan kita sedang di masa peandemi covid-19,
Ketika semua orang harus dibatasi keluar rumah dan pasti kita menggunakan
internet untuk bekerja, belajar dan lain hal. Ini bukan lagi peluang untuk
inonesia saja, tapi ini merupakan peluang untuk global, dikarenakan penggunakan
media digital ini menjadi kebutuha utama
bagi para konsumen yang ada.
Kita harus melihat banyaknya orang lebih sering
menggunakan media apa, misalnya pada tahun 2019 pada urutan petama itu youtube,
whatssap, facebook, Instagram, line, twiter. Artinya mengapa kita melakukan
rating? Ini menjadi suatu wawasan baru atau infomasi baru bagi para pelaku
usaha, setidaknya para perilaku usaha bisa mempertimbangkan bahwa dia harus
memasang sebuah iklan melalui media- media yang sudah di rating itu, karan
media social ini yang sering lebih dikunjungi oleh pengguna social media.
Bagaimana kita merancang sebuah rencana
strategi yang kita lakukan agar usaha kita menjadi tumbuh dan berkembang, agar
produk kita lebih dikenal, agar kita mampu berdaya saing dengan persaingan yang
ada dilingkungan kita maka, kita menggunakan SOSTAC Marketing Diagram, dialam SOSTAC
ada Situation Analysis (menjelaskan tentang where are we now? atau posisi kita
sekarang ada dimana sih?), Objective (menjelaskan tentang where do want to be?
Atau tujuan kita sebenernya mau apa sih?), Strrategy (menjelaskan tentang how
do we get there atau bagaimana kita mencapai tujuan itu?),Tactics (menjelaskan
tentang how exactly do we get ther? Atau cara cara yang lebih jenerik yang kita
lakukan untuk tujuan kita seperti apa), Action (menjelaskan tentang the details
of tactics), dan di akhir ada Control
(menjelaskan tentang how do we monitor perfomace atau apakah Langkah-langkah
yang sudah kita susun, strategi-strategi yang kita buat, action yang sudah kita
lakukan apakah sudah cukup memenuhi target kita, sudah cukup bisa mengarakan ke
tujuan yang kita inginkan). Ketika kita belum mencapai target kita, kita harus
Kembali karna ini adalah sebuah siklus , karna nantinya kita ingin
mengembangkan sebuah usaha maka kita tidak bisa berhenti seenaknya, karna kalau
kita berubah kemungkinan orang lain atau kompetiter kita akan ikut berubah,
sehinga kita akan dituntut akan menjadi kreatif, inovatif dan melakukan
berbagai macam gerakan untuk skill up usaha kita.
Di dalam Situaton Analysis yang pertama ada
goal performance, kedua customer insight (bagaimana penilaian, pandangan
konsumen terhadap keberadaan kita) ketiga E-Marketplace SWOT, Keempat Brand
Perception, kelima Internal Capabilities.
Didalam Objectives Ada 5S dalam digital
marketing, yang pertama ada Sell (kita harus mencatat posisi kita sebagai apa,
tingkat ppenjualanan kita seperti apa) , Serve ( bagaimana sekarang kita
memberikan layanan kepada konsumen kita), Speak ( bagaimana cara kita membangun
engagement dengan konsumen kita,bagaimana kita mampu mengkomunikasikan produk
atau layanan yang kita punya kepada konsumen kita yang artinya strategi yang
kita lakukan apakah sudah cukup
efektifkan atau sudah menyentuh konsumen kit aitu yang perlu kita benahi
didalam digital marketing) , Save, Sizzle (bagaimana kita melakukan extension
terhadap produk dan layananan yang kita punya, kalau dulu kita hanya
menggunakan toko yang artinya kita hanya menunggu konsumen datang ke kita, tapi
kalau misalkan kita menggunakan media digital kemungkinan kita bisa mendekati
konsumen karna mereka bisa melihat apapun yang kita lakukan, kita bisa mendekatkan
konsumen yang satu dengan yang lainnya bisa menjalin sebuah interaksi,
komunikasi mengenai produk dan layanan kita, kita bisa menjawab pertanyaan
konsumen artinya kita bisa memperanjang layanan kita.)
Didalam Strategi ada Segmentation, OPV, Sequence,
Integration, Tools. Didalam Tactics ada E-Marketing mix, Details of contact
strategy, E-Campain Initiative Schedule. Didalam Actions ada Responsibilities
and Structure, Internal Ressources and Kkill, External Agencies. Didalam Contro
ada 5S+Web Analytics, Usability Testing, Customer Satisfanction Surveys,Site
Visitor Profiling, Frequency of Reporting, Process of Reporting and Action.
*Mahasiswa Program Studi Akuntansi (D3)
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
Komentar
Posting Komentar